🇮🇩 Bahasa IndonesiaID
🇮🇩 Basa SundaSU
🇬🇧 EnglishEN
🇲🇾 Bahasa MelayuMS
🇵🇹 PortuguêsPT
🇳🇱 NederlandsNL
🇫🇷 FrançaisFR
🇩🇪 DeutschDE
🇪🇸 EspañolES
🇭🇷 HrvatskiHR
🇸🇦 العربيةAR
🇯🇵 日本語JA
🇰🇷 한국어KO
🇨🇳 简体中文ZH
🇮🇳 हिन्दी (India)HI

Persib menang lawan Psm, Igor ucapkan terimakasih kepada Bobotoh

 

Foto: Ileague

Langkah awal PERSIB di kompetisi Super League 2026/2027 langsung menyajikan tontonan yang menguras emosi. Menjamu salah satu rival klasiknya, PSM Makassar, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (6/9/2026), armada Pangeran Biru berhasil mengamankan poin penuh perdananya lewat kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1.


Kemenangan ini terasa sangat berharga bukan cuma karena diraih lewat aksi membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal cepat, melainkan juga karena atmosfer luar biasa yang disuguhkan puluhan ribu Bobotoh yang menyemut di tribun. Nyanyian tanpa henti mengalir sepanjang sembilan puluh menit pertandingan. Yang paling mencuri perhatian, tribun stadion sempat dihiasi koreografi megah bergambar wajah sang nakhoda anyar asal Kroasia, Igor Tolic.


Mendapat sambutan sebesar itu di laga debut resminya, Tolic mengaku sangat tersentuh sekaligus kaget. Alih-alih merasa jemawa atau berpuas diri, juru taktik asal Kroasia ini justru bersikap sangat membumi. Baginya, penghormatan setinggi itu semestinya baru datang saat ia sudah mempersembahkan trofi ke lemari juara PERSIB.


"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para Bobotoh. Saya rasa, saya belum pantas mendapatkan apa yang mereka lakukan malam ini. Mungkin ketika saya sudah memenangkan sesuatu ke depannya, baru saya pantas. Apa yang terjadi malam ini luar biasa," ujar Tolic 


Jalan Persib untuk mengamankan poin penuh di partai pembuka musim ini sebetulnya jauh dari kata mulus. Pertandingan baru berjalan enam menit, publik tuan rumah langsung dibuat terhenyak saat penyerang PSM Makassar, Kodai Tanaka, memanfaatkan celah di lini belakang dan membawa tim tamu memimpin lebih dulu 1-0.


Gol kilat itu langsung merusak skenario permainan yang dirancang tim pelatih sejak awal. Alih-alih mengontrol tempo pertandingan dengan nyaman, para penggawa Maung Bandung justru tampak terburu-buru dan serba salah saat menguasai bola.


Rapatnya sistem pertahanan berlapis ala Juku Eja kian menyulitkan alur serangan tuan rumah. Setiap kali bola diarahkan ke sepertiga akhir lapangan, operan yang dilepaskan kerap kandas karena jarak antarpemain PERSIB yang terlalu renggang. Skema bola mati yang sempat didapat pun belum mampu dimaksimalkan untuk memecah kebuntuan, sementara transisi cepat tim tamu beberapa kali hampir saja menambah petaka bagi lini belakang tuan rumah.

Tolic secara terbuka mengakui bahwa performa anak asuhnya di 45 menit pertama memang jauh dari kata ideal.


"Babak pertama sedikit berantakan. Kami membuat lawan bermain sangat kompak sehingga sulit membongkar pertahanan mereka dan rentan serangan balik. Meski ada peluang dari bola mati, babak pertama tidak berjalan baik," kata Tolic 


Memasuki jeda turun minum, ruang ganti PERSIB memanas. Evaluasi kilat langsung dilakukan oleh tim pelatih. Dua masalah krusial yang jadi biang kerok mandeknya serangan—jarak antarlini yang terlalu jauh dan pilihan umpan yang lambat—langsung dibedah dan dicarikan solusinya di papan taktik.


Tolic menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih lugas, mempersempit ruang gerak antarpemain, serta berani bertarung memperebutkan second ball (bola muntah). Perubahan pendekatan taktik ini langsung memperlihatkan hasil instan begitu wasit meniup peluit tanda babak kedua dimulai.


 • Menit 48 (Patricio Matricardi): Tekanan gencar yang langsung dilancarkan sejak menit awal paruh kedua berbuah manis. Memanfaatkan situasi kemelut di muka gawang PSM, bek tengah Patricio Matricardi menyambar bola liar untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, sekaligus meledakkan sorak-sorai Bobotoh.


 •Menit 51 (Balsa Sekulic): Momentum positif itu tidak disia-siakan. Belum sempat barisan pertahanan PSM menata ulang fokus, hanya berselang tiga menit kemudian, giliran Balsa Sekulic yang sukses mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa PERSIB berbalik unggul 2-1.


 •Menit 82 (Uilliam Barros Pereira): Masuknya tenaga segar membuat daya gedor PERSIB tetap terjaga. Menjelang akhir laga, Uilliam Barros Pereira akhirnya mengunci kemenangan Maung Bandung lewat gol ketiganya yang menyudahi perlawanan PSM menjadi 3-1.


1.

Di hadapan awak media, Tolic membedah kunci perubahan performa timnya yang tampil kontras antara babak pertama dan kedua.


"Pada babak kedua, jarak antarlini lebih baik dan pilihan umpan lebih jelas. Kami bermain lebih langsung untuk memenangkan bola kedua, hingga akhirnya mencetak gol pada waktu yang tepat dan menang 3-1," jelas pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut.



Bagi Tolic dan seluruh jajaran skuad PERSIB, tiga poin atas tim tangguh sekelas PSM Makassar bukan cuma sekadar angka pembuka di tabel klasemen. Fakta bahwa mereka mampu keluar dari lubang jarum dan membalikkan keadaan di bawah tekanan tinggi menunjukkan bahwa fondasi mental bertarung tim sudah terbentuk sejak pekan awal kompetisi.


Daya juang yang ditunjukkan para pemain di lapangan, dipadukan dengan kejelian respons taktik dari pinggir lapangan serta militansi tanpa batas dari Bobotoh di tribun, menjadi modal berharga bagi PERSIB Bandung dalam mengarungi perjalanan panjang Super League musim 2026/2027.

Bagikan Kabar Ini:
WhatsApp Telegram Facebook X
Redaksi Persib Sans

Ditulis oleh Admin (Redaksi Persib Sans)

Menyajikan laporan berita Persib Bandung, analisa pertandingan Liga 1, ulasan bursa transfer pemain, dan liputan Bobotoh terkini.

JADWAL PERSIB
WA Telegram FB X